Sejarah Singkat
Indonesian Society of Steel ConstructionIndonesian Society of Steel Construction atau dalam istilah Indonesia-nya Masyarakat Baja Konstruksi Indonesia merupakan salah satu wadah dari masyarakat yang peduli terhadap perkembangan dan kemajuan dunia konstruksi baja di Indonesia. Berdirinya organisasi ini diprakarsai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dalam hal ini didukung penuh oleh Kementerian Perindustrian dan kalangan industri, kontraktor, konsultan, praktisi, serta pihak akademisi.
Diawali dengan kerjasama kegiatan pengiriman insinyur baja untuk studi ke Jepang pada tahun 2016 melalui kerjasama antara The Human Resources and Industry Development Association (HIDA) mewakili Jepang dengan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) yang untuk selanjutnya tongkat estafet diserahkan kepada Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI). Pada kerjasama lanjutan ini, pihak HIDA Jepang menyerahkan kelanjutan program dengan Indonesia kepada Japan International Cooperation Agency (JICA) yang didukung oleh Japanese Society of Steel Construction (JSSC). Kemudian kolaborasi baru antara JICA, JSSC dengan AMBI menemui persoalan kompleks dalam dunia konstruksi baja di Indonesia, dimana persoalan ini menuntut pihak pemangku kebijakan negara harus ikut turun tangan.
-
Forum diharapkan dapat membuat standardisasi dan sertifikasi (produsen, fabrikator, pelaksana, dan pekerja), serta rekomendasi untuk panduan teknis dalam konstruksi baja.
-
Forum dapat melakukan penelitian dan pengembangan baik desain maupun produk baja, Menyusun system kualifikasi untuk tenaga ahli dan terampil, serta melaksanakan pelatihan dan sosialisasi (seminar, training, symposium dan forum).
-
Forum dapat menjadi pemersatu Asosiasi (produsen, fabrikator, kontraktor, dan konsultan) terkait dengan baja konstruksi sehingga seluruh proyek di dalam negeri (pemerintash dan/atau swasta) dapat dikerjakan oleh seluruh anggota Asosiasi (Rantai Pasok).
-
Karena di dunia sudah terlebih dulu ada asosiasi masyarakat konstruksi baja dari beberapa negara kecuali Indonesia
-
Meningkatnya kebutuhan konstruksi baja dari tahun ke tahun
-
Material baja bersifat ramah lingkungan karena bisa didaur ulang
-
Kecepatan dalam pelaksanaan sehingga efisien
Jajaran Pengurus Periode 2022 - 2025
Kualifikasi B
Kualifikasi M
Kualifikasi K
Kualifikasi S
Statistik Keanggotaan ISSC Tahun 2025 - 2029
Semakin banyak profesional konstruksi bergabung, semakin besar energi yang kita miliki untuk melangkah maju. Kebersamaan ini bukan hanya menambah kekuatan, tapi juga membuka jalan bagi inovasi dan ide-ide segar. Bersama, kita siap mendukung generasi penerus agar lebih berani, kreatif, dan sukses membangun masa depan konstruksi!
Momentum Konstruksi
Rangkaian kegiatan yang menghubungkan praktisi, memperluas jaringan, dan membuka peluang baru di dunia industri konstruksi
